Chicco Jerikho Finish Marathon Sambil Terbayang Gajah Sumatera

Chicco Jerikho Finish Marathon Sambil Terbayang Gajah Sumatera

Chicco Jerikho finish marathon yang diadakan di London, Inggris yaitu tepatnya berada persis di halaman Istana Buckingham pada kota tersebut. Aktor asal Indonesia tersebut berujar bahwasanya ia mampu mengakhiri lomba marathon yang jaraknya tidak main – main mencapai 42 kilometer panjangnya bukanlah sebuah kebetulan.

Padahal Chicco mengaku bahwa kakinya saat itu terasa sangat nyeri sehingga sempat terlintas dalam benaknya untuk menyerah saja. Namun ia teringat kembali akan tujuannya mengikuti London Marathon yaitu untuk kepentingan pelestarian gajah Sumatera yang kini terancam musnah dari muka bumi Indonesia tercinta.

Chicco Jerikho Finish Marathon Sambil Terbayang Gajah Sumatera

Chicco Jerikho merupakan salah satu dari sekitar empat puluh ribu peserta lari marathon yang digelar di kota London tahun 2018. Acara kali itu merupakan pagelaran yang paling menantang karena suhu udara London sedang mencapai 24 derajat Celcius sehingga pastinya akan berdampak pada stamina para atlet.

Chicco bercerita bahwa ketika menjelang kilometer ke tiga puluhan, tiba – tiba sepasang kakinya merasakan nyeri yang tak tertahankan lagi. Meskipun sempat putus asa, Chicco berulang kali mengingatkan diri sendiri akan nasib gajah Sumatera di mana itulah yang menjadi alasannya untuk ikut marathon yaitu menggalang dana.

Lomba tersebut pertama kali mulai dari Greenwich, bagian tenggara London, kemudiaan diikuti dengan lokasi finish persis di depan Istana Buckingham. Pemimpin Inggris yaitu Ratu Elizabeth meresmikan seremonial pembukaan acara marathon akbar tersebut tepat pukul sepuluh pagi di sana sembari memencet tombol.

Chicco Jerikho Finish Marathon Karena Kepeduliannya Terhadap Gajah Sumatera

Chiccho Jerikho finish marathon karena ia begitu peduli terhadap nasib gajah Sumatera yang acap kali harus berbenturan kepentingan dengan penduduk desa sekitarnya. Ia sangat prihatin mengetahui bahwa hingga detik ini masih saja sering terjadi perburuan liar dan ilegal secara sembunyi – sembunyi dari pantauan pemerintah setempat.

Gajah Sumatera selalu menjadi buruan favorit para pemburu gelap karena mereka menginginkan gadingnya yang bernilai mahal. Seandainya berhasil mendapatkan barang dua pasang saja, hasil penjualannya cukup untuk hidup bertahun – tahun lamanya dengan makmur dan berlimpah banyak uang.

Chicco Jerikho Finish Marathon Memiliki Kecintaan Khusus Pada Kelestarian Alam

Atas dasar itulah, maka Chicco Jerikho berinisiatif untuk mengadakan charity dalam bentuk keikut sertaannya menjalani marathon London. Hasil pendapatan dari charity tersebut nantinya akan Chicco sumbangkan untuk membeli bahan pangan gajah serta membangun pagar dari tanaman sebagai pembatas antara habitat gajah dengan manusia.

Begitulah Chicco, betapa besar kecintaannya pada lingkungan serta pelestarian makhluk hidup khususnya hewan yang dilindungi pemerintah. Konflik tak berujung antara pemukiman manusia dengan habitat gajah Sumatera membuatnya menjadi sasaran empuk pelampiasan kemarahan para warga desa yang kebunnya dirusak tanpa sengaja oleh gajah.

Chicco pun segera berangkat tanpa basa – basi menuju London bersama beberapa atlet lari maraton Indonesia yang bersinar di Asian Games 2018 lalu. Ia lari sambil mengemban tugas mulia yaitu menyelamatkan masa depan gajah Sumatera yang kini jumlahnya semakin menipis dan terancam menghilang dari muka bumi.

Memiliki Kecintaan Khusus Pada Kelestarian Alam Serta Makhluk Hidup

Chicco Jerikho finish marathon sebenarnya merupakan sebuah keajaiban berdasarkan pendapat dari dirinya sendiri ketika diwawancarai oleh wartawan. Ia bercerita bahwasanya ketika hampir sedikit lagi menyentuh garis finish, kakinya sudah mati rasa dan hampir tidak menyadari lagi akan keadaan kondisi sekitarnya.

Chicco hanya bisa terus berlari tanpa boleh memiliki pilihan untuk menyerah karena jika ia mundur berarti sia – sia sudah seluruh perjuangannya. Ia hanya bisa memusatkan pikiran serta segenap jiwa raganya semua demi terwujudnya konservasi gajah Sumatera sekaligus bergandengan tangan bersama komunitas pencinta alam.

Chicco Jerikho Finish Marathon Karena Kepeduliannya Terhadap Gajah Sumatera

Chicco berpartisipasi dalam lari marathon London bersama teman – teman dari kelompok peduli binatang langka asli Indonesia berbarengan tanggalnya. Chiccho pun melanjutkan wawancaranya dan berkata bahwa salah satu alasan dia untuk tetap maju adalah karena melihat semangat teman sesama warga Indonesia yang pantang menyerah sehingga tekadnya pun berkobar kembali.

Gajah Sumatera sekarang ini sudah masuk dalam sebuah kategori bahaya karena ia terancam kepunahan yang sangat serius dan tidak bisa ditawar lagi. Berdasarkan data resmi yang diterbitkan oleh WWF Indonesia, populasi hewan gajah Sumatera kini hanya tersisa 300 ekor dari sebelumnya 1.300 ekor pada tahun 1984.

Itu pun jumlah 300 ekor terakhir tercatat pada 2009, sehingga di tahun 2020 ini bisa jadi jumlahnya lebih sedikit lagi dari angka tersebut. Sayangnya, satu orang selebritis saja tidak akan cukup menolong banyak pelestarian gajah Sumatera jika pemerintah itu sendiri memilih mengabaikan keberadaannya dan lebih mementingkan diri sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *